Cuaca Hidup Gak Bisa Diprediksi

4 Maret’09

Hidup ini gak bisa diprediksi. Tadi waktu keluar beli lauk untuk makan siang, langit terang benderang bahkan terik matahari menyengat. Tapi begitu selesai beli lauk, tiba-tiba gerimis lalu hujan mengguyur. Aku berkejar-kejaran dengan hujan. Tetap saja tak bisa kuhadang karena hujan itu kian deras. Tak bisa kupaksakan lari menuju kantor, karena aku pasti basah kuyup nantinya. Aku berteduh di gedung sebelah gedung kantorku selama kurang lebih 5 menit. Tak lama setelah itu, mereda dan hanya tinggal rintik-rintik. Beruntungnya, saat rintik-rintik itu, shuttles bus, bis yang beroperasi di lingkungan perkantoran, datang. Seolah-olah tahu aku memang memerlukannya. Aku lari ke arah bis yang berjalan dan pintunya mau menutup. Si supir lihat wajahku yang memelas, dan dia pun memperlambat laju bis. Sampailah aku di gedung tempatku bekerja. 

Tiga puluh menit kemudian matahari bersinar dan langit pun cerah. Entah aku yang lagi sial atau memang ini sudah takdir. Tapi sungguh itu hujan monyet! Namanya hujan monyet (seperti kata Pak Satpam yang sedang jaga di gedung tempat aku berteduh), cuman mengguyur sebentar. Hidup seperti cuaca hari ini yang tidak bisa diprediksi, sekarang cerah, tau-tau 20 menit kemudian hujan deras. Bisa saja pagi ini adem ayem tidak ada masalah, siangnya menghadang. Seringnya ku tak terima dengan ‘shocking’ alias kejutan-kejutan ini. Rencana tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Akibatnya, kecewa dan menyalahkan keadaan. Padahal aku gak tau tiba-tiba hujan. Aku bukan fortune teller yang tau cuaca akan berubah dengan cepat. Yang menyangkut alam tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hujan yang tiba-tiba itu salah siapa? Bukan salah siapa-siapa. Terik matahari, mendung, cerah, ataupun badai semuanya memang sudah ketentuan alam. Cuaca seperti latar visual yang mengiringi kehidupan kita. Menyiratkan bahwa hidup perlu melalui hal-hal gak enak seperti itu. It’s just like a shocking teraphy. Justru dengan adanya fluktuasi seperti ini, hidup jadi tidak membosankan seperti rasa makanan yang setiap harinya bervariasi dari mulai rasa asin, pahit, manis, dan pedas. 

Author: Kresna LG

EN-ID VV Translator & Writer

Tinggalkan Pesan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s