Curhat Buat Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini

Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki

Sesak udara di atas puncak khayalan

Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh

Pedihnya luka di dasar jurang kecewa

Dan kini sampailah, aku disini…

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku

Menanti seorang yang biasa saja

Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit

Yang sudi dekat, mendekap tanganku

Mencari teduhnya dalam mataku

Dan berbisik : “Pandang aku, kau tak sendiri,

oh dewiku…”

Dan demi Tuhan, hanya itulah yang

Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,

Tetapi…

Telah lama, kumenanti

Satu malam sunyi untuk kuakhiri

Dan usai tangis ini, aku kan berjanji…

Untuk diam, duduk di tempatku

Menanti seorang yang biasa saja

Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit

Menentang malam, tanpa bimbang lagi

Demi satu dewi yang lelah bermimpi

Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…”

Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

(Dewi Lestari – Curhat Buat Sahabat)

Tuhan.. nyatanya sekarang itu terlalu tinggi.

-Jakarta-

Author: Kresna LG

EN-ID VV Translator & Writer

Tinggalkan Pesan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s