Proses Penerjemahan (Translation Process)

Selama lebih dari 10 tahun saya berurusan dengan dunia pelokalan atau penerjemahan, inilah gambaran umum proses penerjemahan yang saya lalui selama ini:

After more than 10 years I have been dealing with localization or translation world, this is the overview of translation process I get through:

  1. Pertama-tama, saya menerima e-mail dari Manajer Proyek (PM) untuk mengonfirmasi apakah saya bersedia atau tidak untuk menyelesaikan proyek penerjemahan dalam tenggat waktu yang ditentukan oleh PM.

First, I receive an email from a Project Manager to confirm whether I am available or not to complete the translation project in the specified deadline.

  1. Saya membaca surel untuk memeriksa file yang akan diterjemahkan, berapa banyak kata, tenggat waktu, instruksi tertentu, Pedoman Gaya, Memori Terjemahan, dan Glosarium yang disediakan oleh PM. Lain cerita ketika saya pernah menerjemahkan proyek sebesar 500K. Saya membuat glosarium dari awal menggunakan perangkat lunak SDL Trados untuk menjaga agar semua istilah konsisten.

I read the email to check the file to translate, Style Guide, how many volumes, the deadline, Translation Memory, specific instructions, and Glossary provided by Project Manager (PM). It was a different story when I handled a 500K game project, I needed to create a Glossary from scratch using SDL Trados so that all terms were consistent.

  1. Jika bentuk file adalah file HTML, saya cek versi artikel daringnya selama proses penerjemahan agar saya lebih paham konteksnya. Hal ini juga berlaku untuk file berformat Word, Excel, PowerPoint, atau PDF.

If the file type is HTML, I check the online version during translation process so that I can understand the context more. This also applies to Word, Excel, PowerPoint, or PDF file.

  1. Pada awal-awal tahun saya menerima proyek penerjemahan, saya selalu mencatat proyek dan jumlah kata saya yang terjemahkan. Namun, setelah beberapa tahun berlalu, agar waktu saya lebih efisien, saya percayakan pada sistem PO yang vendor punya. Akan tetapi, jangan lupa untuk memeriksa pada akhir bulan apakah semua proyek terjemahan sudah dimasukkan ke dalam satu PO.

In the early years of receiving translation projects, I always record the project name and its volume. But years later, for time efficiency, I trust the vendor system to handle my PO. However, do not forget to check at the end of the month whether all translation requests/tasks are included or not in a PO.

  1. Saya baca terlebih dulu instruksi yang diberikan dalam email, yang seringkali berisi begitu banyak instruksi saya harus pahami dalam waktu singkat. Lalu saya kerjakan proyeknya dengan membuka kamus daring (silakan lihat daftar kamus yang saya cantumkan di blog saya), memeriksa Memori Terjemahan, ataupun Glosarium. Setelah selesai menerjemahkan semua, saya baca lagi keseluruhan terjemahan, memeriksa ejaan dengan alat pemeriksa ejaan (bisa kita instal di perangkat lunak Idiom Desktop Workbench), dan terakhir melakukan pemeriksaan QA dengan X-bench. X-bench ini adalah alat untuk memeriksa apakah ada segmen atau string yang tidak konsisten, apakah ada istilah yang tidak diterjemahkan sesuai dengan glosarium, dan apakah ada istilah yang tidak konsisten di antara segmen atau string, dan fungsi QA x-bench lainnya. Selain itu, kita juga bisa membersihkan file menggunakan fitur Finalize di Trados. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membaca keseluruhan terjemahan untuk memastikan terjemahan mengalir secaa alami. Di perangkat lunak Idiom, ada juga fitur Offline Preview (Pratinjau Offline) untuk memeriksa hasil terjemahan secara keseluruhan.

I read the specific instruction and its Style Guide first which often contains a lot of instructions I need to read in a very short time. I translate the project while opening online dictionaries (please check the dictionary list I mentioned in my blog), check the Translation Memory, or Glossary. After completing the translation, I read again the whole translation, check the spelling and typo errors using a spell-checker tool (we can install it in Idiom) and recheck it using QA tool, X-bench. This tool is used to check whether there are some inconsistent translated strings/segments if there are some terms which are not translated according to the glossary, or whether there are some inconsistent terms between strings/segments, and other X-bench functions mentioned here. Besides that, we can clean the file using the Finalize feature in Trados. This is performed to read the translated file entirely to know if the translation flows naturally or not. In Idiom, there is also an Offline Preview feature to check the translation thoroughly.

  1. Memeriksa lagi file yang akan dikirim apakah sudah lengkap. Biasanya saya mengirimkan hasil terjemahan dan laporan QA X-bench yang berisi laporan untuk mengonfirmasi bahwa beberapa kesalahan adalah false positive (jelas bukan kesalahan).

To recheck the delivery file if it is complete or not. I usually send the translated file and QA x-bench report containing a report to confirm that some errors in the report are false positive (obviously not errors).

Author: Kresna LG

EN-ID VV Translator & Writer

Tinggalkan Pesan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s