Cuaca Hidup Gak Bisa Diprediksi

4 Maret’09

Hidup ini gak bisa diprediksi. Tadi waktu keluar beli lauk untuk makan siang, langit terang benderang bahkan terik matahari menyengat. Tapi begitu selesai beli lauk, tiba-tiba gerimis lalu hujan mengguyur. Aku berkejar-kejaran dengan hujan. Tetap saja tak bisa kuhadang karena hujan itu kian deras. Tak bisa kupaksakan lari menuju kantor, karena aku pasti basah kuyup nantinya. Aku berteduh di gedung sebelah gedung kantorku selama kurang lebih 5 menit. Tak lama setelah itu, mereda dan hanya tinggal rintik-rintik. Beruntungnya, saat rintik-rintik itu, shuttles bus, bis yang beroperasi di lingkungan perkantoran, datang. Seolah-olah tahu aku memang memerlukannya. Aku lari ke arah bis yang berjalan dan pintunya mau menutup. Si supir lihat wajahku yang memelas, dan dia pun memperlambat laju bis. Sampailah aku di gedung tempatku bekerja. 

Continue reading “Cuaca Hidup Gak Bisa Diprediksi”

Lentera Hati

Jika satu lilin hanya menerangi dalam satu jam,
Jika satu purnama hanya bersinar satu kali dalam satu candra,
Jika satu bintang hanya berkelip dalam satu malam,
Jika satu matahari hanya menyinari dalam satu hari,
Lalu di mana satu lentera hati yang menyinari kegelapan bukan dalam satu jam, satu candra, satu malam, atau satu hari?

* Gambar berasal dari sini