Home

I’m staring out into the night
Trying to hide the pain
I’m going to the place where love
And feeling good don’t ever cost a thing
I’m going home
Back to the place where I belong
And where your love has always been enough for me
I’m not running from
No, I think you got me all wrong
I don’t regret this life I chose for me
But these places and these faces are getting old
So I’m going home
Well, I’m going home

3 September 2018

Sejak Sabtu aku teringat momen waktu kamu memakaikan kaos kakimu sepulang dari makan steak lidah karena aku kedinginan sewaktu naik motor. Kamu yang traktir aku dengan uang seadanya. Air mataku menetes beberapa kali setiap selesai sesi meditasi, bahkan aku sempat menangis terisak. Suara tangisan perempuan di belakang yang ‘trigger‘ aku kemarin. Aku berusaha menahan, tetapi air mataku tidak terbendung. Sewaktu berpapasan dengan Guru Meditasiku sebelum acara meditasi dimulai, mataku sudah berkaca-kaca, karena terharu melihat kondisiku dari akhir Januari ke awal September ini. Aku terkejut begitu ngeh kamu duduk di belakang menunduk dan aku kesal dengan kehadiranmu waktu aku duduk di pinggir kolam renang untuk menenangkan diri. Aku teringat akan momen “kita bisa menebak apa yang kita bilang dalam hati.” Teringat pula waktu sewa DVD sampai malas mengembalikan dan akibatnya harus membayar denda.

Continue reading “Home”